Tuesday, February 07, 2006

DICARI :

Akhir-akhir ini banyak yang nyari aku.. Keluwargaku.. Sodara2ku.. Teman-temanku.. Orang2 yg gak aku kenal.. Cewek-cewek kurang kerjaan..
Mereka pada nanya pada setiap yang mereka temui / kenal :

"Ova kamu di mana?!" tanya keluargaku dg penuh cinta..
"Lihat Ova nggak??!" tanya sodaraku dengan kening berkerut.
"Eh.. Bilangin Ova ya.. dicari si Anu.." kata teman-temanku.
"Ovaaa..." teriak cewek-cewek.. *hoekss!!*
"Bajingan!!! Mana Ova, HAH?!?!?!" bentak seorang preman *waks!! nggak ding!!*

Aku senang jika seseorang mencariku, --minta bantuan.. menanyakan sesuatu.. diskusi.. mentraktir makan atau mengajak hal2 positif lainnya..

Yang bikin aku males.. Mereka nyari2 aku, dan setelah ketemu.. bilang, "Ngopi yuk!! Kamu yang bayarin.." HAH?!?

Atau... "Eh.. katanya kamu punya adek cakep yah?! Kenalin dong!!" DOOONG!!!!

Dan yang lebih parah.. *terjadinya baru-baru saja*

Orang Yang Nyari2 Aku (OYNA) : "Wooii!! Aku cari2.. kemana saja kamu?!?!"
Aku: "Kenapa emangnya?!?"
OYNA : "Ohh... Gini!! Ngg... "
Aku: "Kenapa sih?!?"
OYNA : "Ngg.. Kamu kan dah kerja gitu.. Ngg.. aku ngutang boleh nggak?!?!"

&*(#(*@??!!!^#*$$&%%#@?!

Kemarin.. Aku dicari oleh teman dosenku.. nawarin aku bantu2 jadi freelance designer.. Aku dicari oleh kawanku, mau minjem kamera digitalku.. AKu dicari sodara2ku, ngajakin latihan band... Aku dicari Ibu Kost, nagih pembayaran buwat bulan ini!!!!!

DOENG!!!!!

Icon Blog

PERHATIAN!!

Di blog baru ini, setiyap postingan akan kuberi icon di pojokan --sesuwaiy dengan isi atau tema yang aku tulis..

Postingan dengan Icon ini berisi kejadian yg kualami sehari-hari. Ada sedih, ada ceria, ada marah dsb.. Tapi.. aku harap semuwanya berisi kejadian2 yg bahagia.. *phew.. kalo kamu mau denger cerita2 sedih* mungkin aku buwat icon lagi..


Postingan dengan Icon ini berisi tulisan2ku tentang hal-hal bodoh yang malesbanget untuk disimak. Tidak dianjurkan buwat kamu yg gak suka 'kemalasan' dan 'kebodohan'..


Postingan dengan Icon ini berisi kejadian2 atau tulisan2 yang gila, heboh, mengejutkan, atau yang bikin kamu mikir: "Dasar gila!!!!" Tentu saja-- isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Fiktif atau faktaf?! Believe it or not?! Terserah kamu...

Postingan dengan Icon ini berisi tulisan-tulisan yang ngajak kita mikir atau merenung. Atau berisi komentar dan kritikan terhadap suatu kebijakan pemerintah, sosial, budaya, maupun politik.. *tssaaaah*


Postingan dengan Icon ini berisi puisi, sajak, esai, naskah, syair, pantun, cerpen, lagu, dan segala karya imajinatif ku yang bersifat estetik.. indah dan romatis *hoeekksh*


OKE!!! Mulai sekarang.. Sebelum makan cuci tangan dulu.. sebelum baca, liyat dulu icon-nya!! *norak ah!!!!*

Friday, February 03, 2006

Tanpa JuduL

sejak kamu menjadi malam
rasa rinduku pada bulan tak tertawarkan

sejak kamu menjadi bulan
rasa gairahku pada mimpi tak tertahankan

sejak kamu menjadi mimpi
rasa sayangku pada sunyi tak terbalaskan

sejak kamu menjadi sunyi
rasa senangku pada malam tak terperikan

sejak kamu menjadi malam..
rasa rinduku padamu terus berulang..

terus berulang..
terus berulang..


© 2005 ~ bisrimustova
untuk seseorang di sana

Bidadari ATM

DARI BLOG LAMA
Tgl 23 Agustus 2005


------

Huff.. Ini dia! Setelah mengantre beberapa menit di kasir, kutumpahkan belanjaanku dari keranjang Swalayan. Kasir cantik itu menatapku aneh, seakan-akan berbelanja sebanyak ini adalah hal yang tabu bagi seorang laki-laki.

Kasir itu memegang shampoo living-hair ke arah alat IrDa pembaca barcode. Kemudian berturut-turut: dua batang coklat, lima mie goreng instan, odol, tissue gulung, dua gelas plastik, satu pak kopi instan, dan deterjen bubuk. Benda-benda itu berbunyi tut-tut saat melintasi alat itu, untuk kemudian dijejalkan kasir ke dalam plastik putih.

Aku lirik layar LCD di depan kasir. Limapuluh empat ribu limaratus rupiah. Hmm.. Kuambil dompetku kemudian menarik selembar uang limapuluh ribu dan uang limari––Hei! Mana uang lima ribuan tadi?!

Aku melongok ke dalam dompet. Mustahil!! Kenapa hanya ada limapuluh ribu ini?! Aku cari di sela-sela kartu-kartu nama dan kertas-kertas nggak jelas. Tenang, Ova!! Mungkin di saku jeans-mu!! Sementara kasir cantik itu menstaples plastik belanjaanku, kurogoh celanaku, berharap sangat ada selembar uang di sana. Tanganku menyentuh sesuatu. Ini dia!!

Dengan pede, kukeluarkan uang itu dan kusodorkan bersama limapuluh ribu yang tadi. Kasir itu menatapku lagi.

“Mas.. Uangnya kurang?!”

Kutatap dua lembar uang itu. Sialan!! Ternyata yang kuambil adalah uang limaratus. Kurogoh-rogoh lagi celanaku, menghindar tatapan seorang Tante dengan dua anak yang menunggu antrean di belakangku.

Saku celanaku kosong! Taek ah!!

“Gimana, Mas?! Ada yang ngantri tuh..”

Aku nggak mungkin membatalkan belanjaku. Selain rasa malu, aku juga akan dimaki-maki teman-teman di kost. Mereka kehabisan suplai kopi, dan hari ini adalah giliranku membeli jatah kopi..

“Hmm.. Ya, sudah Mbak.. Belanjaan ini taruh di sini dulu, saya mau ambil uang di ATM..”

Dengan mendengus, kasir itu menaruh belanjaanku di bawah mejanya. Aku segera menjamah uangku, meninggalkan tempat memalukan itu dan bergegas menuju ATM di pojok depan Swalayan.

ATM itu ternyata ada penghuninya. Wah, antri lagi!! Nggak papalah, mungkin sudah nasibku hari ini harus mengantre. Kamu tahu? Tadi pagi aku bangun pagi, langsung duduk antre masuk kamar mandi. Mau makan, masih antre penggunaan kompor. Keluar dari kost, antre di jalan dan perempatan-perempatan. Hahaha.. Bukan aku yang merasakan. Hidup ini memang harus mengantre.

Menunggu sering kugunakan untuk melamun. Dan lamunan favoritku adalah perkataan-perkataan kawanku, Dahlan yang selalu menarik. Dia bukan kawan kost, dia kawanku di kampung.

Saat aku pulang, dia punya cerita baru ––yang seperti biasa, dia ceritakan di sore hari menjelang maghrib. Di warung kopi langganan.

“’Pret!! Tahu nggak? Kamu lihat matahari senja itu?”

Dahlan selalu memanggilku dengan Opret. Aku sendiri memanggil dia Dagelan.

“Kenapa dengan matahari?” tanyaku bodoh.

“Yang kamu lihat sekarang itu bukan matahari ‘saat ini’..”

“Maksud kamu?”

“Gini.. Kamu tahu, kan.. Matahari itu jaraknya jauuuh sekali dari bumi. Ratusan juta kilometer..”

“Memangnya kenapa?”

“Lho?! Matahari memancarkan cahaya. Dan cahaya butuh waktu untuk merambat. Dalam 1 detik, cahaya berjalan sejauh 200.000 kilometer. Itu berarti, pancaran cahaya matahari masih harus menempuh waktu beberapa menit --tepatnya 8 menit-- agar dapat sampai di bumi. Berarti.. Matahari senja nan indah yang sekarang kamu lihat adalah matahari 8 menit yang lalu..”

“Hmmmm…”

“Dan matahari yang benar-benar sekarang akan kamu lihat 8 menit lagi. Menarik bukan?!”

“Hmmmmmm..” aku memilih kata-kata, berusaha mengimbangi perkataannya, “berarti kejadian ini juga dialami oleh bintang-bintang, dan benda-benda bercahaya yang jauh di angkasa luar sana..”

“Tul!! Dan ini yang lebih menarik.. Fakta bahwa ada bintang-bintang yang ukurannya jauh lebih besar dari matahari, namun cahayanya terlihat sangat kecil..”

“Ya! Karena jaraknya teramaaaat jauh dari bumi kita!!”

“Seratus!! Mungkin milyaran atau bahkan trilyunan kilometer. Dan bintang yang biasa kita lihat malam-malam itu sebenarnya bukan bintang malam itu, melainkan bintang di malam jutaan tahun yang lalu.. Cahaya bintang-bintang itu sudah menempuh jarak jutaan tahun –jauuuh sebelum kita lahir– untuk bisa terlihat oleh orang-orang di bumi..”

Pintu ATM terkuak dan lamunanku tentang Dahlan dan bintang-bintang buyar. Seorang cewek dengan terburu-buru membuka pintu dan menabrakku yang menunggu di depan pintu kamar ATM.

Cewek sialan!! Hampir saja aku jatuh. Kutatap sosok itu...

“Maaf, Mas.. Buru-buru nih..” cewek itu berkata cepat namun anggun. Kemudian dia melempar senyum penyesalan.

Oh my..!! Tuhan memang sempurna!! Siapa lagi yang bisa mencipta mahluk cantik sesempurna ini?!?

“Ohh.. nggak papa kok.. Cuma kaget sedikit.” kataku gemetar..

Cewek itu tersenyum lagi, kemudian melenggang pergi ke arah parkiran. Aku melongok ke arah dia pergi, berusaha melihat lagi sosoknya. Dia berlari ke arah seseorang, juga cewek. Mereka berdua kemudian pergi, dan bangunan Swalayan menutupiku dari mereka.

“Sialan!”

Aku membuka pintu ATM, dan mengeluarkan kartuku dari dompet. Matanya yang mirip telaga.. Kumasukkan kartuku ke dalam slot. Hidungnya yang runcing.. Kupijit empat nomor kode. Bibirnya yang tipis dan basah.. Kupijit tombol untuk penarikan. Rambutnya yang mengalir.. Kumasukkan jumlah uang yang akan kuambil.. Aroma tubuhnya yang menggoda.. Kudengar bunyi gemerisik uang dihitung mesin. Nada suaranya yang merdu.. Kuambil uang dari tempatnya, kuhitung dan kumasukkan ke dalam dompet. Sosoknya yang sempurna..

Aku keluar dari ATM, tersenyum kepada seorang bapak berkumis melintang yang sedang mengantre. Aku bergegas menuju swalayan untuk membayar belanjaan yang kurang tadi.

“Mas.. Mas..”

Seseorang memanggilku. Aku menoleh ke belakang. Bapak berkumis tadi menyodorkan sesuatu ke arahku. Hei, apa itu?

“Kartu Mas ketinggalan di slot ATM.. Hati-hati, Mas!!”

Tersenyum malu, aku mengambil kartuku dari tangan Bapak itu. Sialan!! Apa sih yang kupikirkan?!? Untung bapak tadi tipe orang baik-baik.. Huhuhuh.!!

~~~
Kasir cantik itu tersenyum ke arahku, kemudian mengambil belanjaanku dari bawah mejanya. Kusodorkan uang kepadanya. Kasir itu menjumput kembalian dan mengucapkan terimakasih..

Aku pulang ke kost-ku dengan perasaan campur aduk. Sebal, malu, bahagia.. apalah itu!! Yang pasti, aku merasa yakin.. Tuhan punya alasan, kenapa menghilangkan uang limaribuanku dari dompet. Coba kalau uang limaribu tadi itu ada di sakuku. Aku tidak akan bertemu bidadari sialan itu, kan?!!

Sejak saat itu, aku jadi terobsesi pada ATM.. Aku selalu berharap bertemu kembali dengan bidadari sialan yang sudah mengguncang jiwaku itu. Jika ada kawan yang bepergian aku selalu bertanya, “Mau ngambil uang, ya?!”. Jika jawabannya tidak, aku cuma akan ber-ooh.. Jika ‘Ya’, kamu pasti tahu apa yang akan kulakukan..

Aku sendiri heran, kenapa aku bisa begitu tertarik pada cewek itu? Padahal, selama ini.. aku selalu dicap dan dijuluki anti-cewek. Aku selalu tidak berminat pada cewek. Oke, kalau bertemu cewek yang manis, mungkin aku akan coba berkenalan dan ngobrol gono-gini. Tapi aku tidak pernah memutuskan untuk pacaran, nge-date, kencan atau apalah namanya itu. Aku selalu yakin Tuhan memilihkan jodoh buatku. Dan jodoh itu pasti akan datang sendiri suatu hari kelak..

Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah Tuhan sudah memilihkan dan mendatangkan jodoh itu kepadaku lewat ATM tadi?! Atau, apakah motto hidupku yang idealis itu sudah terkikis?!

Kita lihat saja...

(to be continued..>
Cerpen ini terinspirasi dari kejadian yg kualami di Jogja .

© 2005 ~ bisrimustova

Jangan Lari !!

jangan lari dari hujan
karena ricik hujan membawa kesejukan

jangan lari dari mentari
karena bara mentari menebar kelembutan

jangan lari dari keadaan
karena deru keadaan menambah ketabahan

jangan lari dari sunyi
karena sepi sunyi mengiring kelegaan

---
phew...
Akhir-akhir ini.. Langit suka gak jelas.. Ketika lagi cerah dan kliyatan bersahabat, aku dengan semangat menjalankan motor di jalanan kota Jogja (atau Yogya? atau Djokdja? atau entah gimana yg bener) tahu-tahu, halfway dari tujuan --hujan muncul. Pertama rintik-rintik.. trus tiba-tiba makin gede.. Karena aku gak bawa (sebenarnya sih gak punya..) mantel hujan, aku terpaksa berteduh di depan toko yang kebetulan sudah tutup..

Atauu.. saat hujan deras mengguyur, dan aku sempet membatalkan janji pertemuan dengan kawan-kawan *"tidur aja enak, guys!!!" kataku dari henpon*.. e eh, gadda lima menit hujan dah males jatuh dan cuaca jadi cerah meriah..

Terkadang aku suka 'masa bodoh' dg cuaca. Mau panas mau hujan, hajar saja!!! Bagiku.. Gakpapa basah-basah atau kulit gosong kalo memang ada hal yang penting..

Omong-omong soal lari.. aku (dan mungkin kamu) terkadang suka lari dari kenyataan.. Biasanya sih, kalo kenyataan itu pahit-- menyakitkan-- bikin susah-- terkadang aku minggat dan tidak mau tahu tentang itu.. Aku suka lari dari masalah yang menimpa aku.. Ternyata aku salah..

LARI DARI MASALAH TERNYATA MALAH MENAMBAH MASALAH!!

Swear!! Sumpah!!
Contoh kecil ketika di kelas Nirmana*-ku ada tugas. Nggak tanggung2, setiap masuk dosen selalu ngasih tugas min. 3 lembar!!!
Biasanya aku kerjain satu dg semangat.. tapi kemudian aku tergoda oleh setan.. "istirahat dulu.. gak bagus lho hasilnya kalo ngerjain terburu-buru..." "Oke boss!!" aku pun meletakkan tugasku, pending ----sampai minggu depan, saat tugas2 dikumpulkan..
Soalnya bener2 capek.. melelahkan.. karena tugas2 itu wajib dikerjakan make cat air.. harus rapi.. hanya boleh pake kombinasi 3 warna primer (yg nantinya dicampur jadi warna2 laen).. belum lagi bersihin palet wadah cat..

Minggu depannya itu, dosen ngasi lagi 4 tugas.. Ditambah dengan 2 yang belum selesai kemarin, berarti ada 6 tugas yg belum selese.. Aku lari dari 'siksaan' mengaduk cat, menggaris, menyeket (dari kata sketsa: membuat sketsa), beli cat jika habis, beli kuwas.. aku lari dari itu..

Ternyata.. tugas2 malah semakin berat.. numpuk.. dan aku gak tau, apakah bisa kuselesekan dg sempurna.. Aku baru sadar: lebih baik tersiksa sedikit untuk mengerjakan tugas secara nyicil, daripada menumpuk tugas dan santai.. tapi pd akhirnya.. siksaan pekerjaan malah tambah beraat..

----

Dulu.. aku juga suka lari dari kemarahan seseorang.. Biasanya kemarahan Abahku..
Saat aku melakukan sesuatu yg salah, kemudian dipanggil menghadap Abah.. aku biasanya malah lari minggat dari rumah, main ke manaaaa gitu dan menenangkan diri dengan mikir, "Kalau aku lari.. Abah akan marah2 sendiri di rumah.. dan pas nanti pulang, kemarahannya pasti sudah mereda..."

Aku salah lagi..
Abah lebih murka.. sampai bikin aku shocked dan speechless sendirian di kamar.. Menulis.. Melempari barang... Aku gantian marah.. "Kenapa sih orang tua selalu begitu?!?"

Kemudian aku tahu kalau Abah melakukan itu karena sayang padaku..
Saat beliau pergi keluar kota --beberapa hari setelah insiden itu-- Abah membelikan barang yang pasti aku sukai.. Setiap beliau marah lagi.. kemudian pergi, aku pasti dibelikan sesuatu.. Pokoknya pasti ada sesuatu yang beliau bawa setelah aku dimarahinya..

Kadang.. aku mikir, apa aku bikin beliau marah saja, biar aku dikasi sesuatu lagi?!?! Shi shi shi shi... nggak ding!!!

Sekarang, Abah nggak pernah lagi memarahiku.. Mungkin aku sudah dewasa, hingga gak perlu dimarahi.. Mungkin aku sudah gak melakukan banyak kebodohan lagi?!? Entahlah.. yang kutahu.. aku sayang Abah..

Suatu saat, aku pasti akan memberikan sesuatu padanya..
pasti...


Ah.. pokoknya.. pesan moral: Jangan lari dari apapun!! Hadapi saja!!!!
Dah ah!! Crut!!!


© 2006 ~ bisrimustova

Yin Yang

hitam dan putih
riang dan perih
hanya engkau yang memilih

hujan dan mentari
sayang dan benci
hanya engkau yang mengisi

cahaya dan kelambu
percaya dan ragu
hanya engkau yang tahu

tawar dan manis
tawa dan tangis
hanya engkau yang teriris

batu dan pualam
rindu dan dendam
hanya engkau yang memendam

yin dan yang
yakin dan bimbang
hanya engkau yang menimbang


© 2006 ~ Ova

Wednesday, February 01, 2006

31 Januari 2006

hari ini, sore ini
saat aku baru saja kembali dari terbang

sepasang malaikat yang kukenal
datang ke kamarku yang kumal
membedah pikiranku
mengoyak benakku

aku tergeragap hampir tak berucap
aku terpukau hampir tak meracau

entah satu menit entah satu jam
mereka merajam
sementara aku terpejam
sesekali tenggelam

lantai dan dinding kamar pun tegang
bahkan aku mengira mereka akan lumer terpanggang

saat kedua malaikat tersenyum dan menghilang
aku syukur, aku sadar
sebuah pelajaran telah dipahatkan

© 2006 ~ bisrimustova


~dedicated to Iza + Teguh
semoga makin tangguh!!! :)

Why 'Afterstorm' ?

Afterstorm.. kayak nama band beraliran rock gitu yah?!
Meski rada sangar.. (nggak tau 'sangar'? Serem, sayang..).. Afterstorm kutemukan saat aku mengajukan nama untuk sebuah komunitas Bomber* baru di Jogja. Karena nama ini gak diterima, aku gunakan saja secara pribadi..

Afterstorm.. Secara maknawi, berarti 'setelah badai'. Biasanya, setelah badai menghancurkan segala.. ketenangan dan kedamaian akan datang.. --secara harfiah ataupun kiasan-- Semoga saja, dengan judul ini.. isi dalam blog-ku bisa mendamaikan hati-hati yang diserang badai.. (tsaaah)


-ova-


Bomber* = Seniman2 jalan yang melukis tembok dengan spraycan (=atau akrab disebut dg pylox), membentuk grafiti dan coretan2 indah namun kadang tak bisa dimengerti orang2 yang melihatnya..

~~~

Mulai detik ini.. blog bisrimustova.blogspot.com pindah ke gallerova.blogspot.com. Gadda yang berubah.. cuma tambahan dan tembelan di sana-sini..

Bagi yang sudah liyat blog-ku yang dulu ~dan kecewa dengan apa yg ada di sana --siap2 saja kecewa lagi dengan blog baru ini.. hihihihi..


Salam.

-ova-